Seorang Pemuda Australia mengumumkan keislamannya setelah sekian lama mencari agama yang benar. Pemuda tersebut menuturkan kisahnya, “Kisahku ini berawal ketika aku mencari agama yang benar pada tahun pertama di bangku kuliah. Saat itu ayah dan ibuku bercerai, anjingku mati, dan tragisnya hal itu terjadi dalam pekan yang sama. Dan pada tahun yang sama pula, aku kehilangan temanku. Dari sinilah, aku mulai bertanya, “Kenapa aku ada?” “Apa sebenarnya tujuan hidup ini?” Kemudian aku mulai mencari agama yang benar.
Karena aku orang australia, tentu teman-temanku beragama nasrani. Suatu ketika aku pergi bersama mereka ke perkemahan. Di sana orang-orang sedang mengerjakan shalat sambil bersenandung yang aku tidak memahaminya. Dan yang dapat kutangkap hanyalah ungkapan, “Allah mencintaiku”, hal itu saat aku menanyakan kenapa anjingku mati?
“Banyak pertanyaan yang membuatku bingung. Ketika aku tanyakan kepada pendeta atau dukun, setiap mereka menjawabnya dengan jawaban yang berbeda satu dengan yang lainnya tanpa memberikan satu dalil pun dari kitab suci.
“Aku juga pernah berkenalan dengan seseorang yang menganut agama hindu. Aku menanyakan kepadanya, ‘Apa alasannya meletakkan kepala gajah di atas patung-patung mereka?’. Maka jawabannya pun bukanlah jawaban yang diharapkan”, lanjut pemuda itu.
Pemuda itu menceritakan lebih jauh, bahwa dia juga telah mencari di dalam sekte-sekte di agama Kristen, agama yahudi, dan budha, tapi belum menemukan jawaban yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang membuatnya bimbang dan labil.
Suatu hari, dia ditanya oleh salah seorang temannya tentang agama-agama yang telah dia pelajari. Dia menjawab, bahwa dia telah mencari (agama yang benar) di dalam agama nasrani, budha, dan yahudi. Lalu temannya bertanya kepadanya, “Kenapa kamu tidak berusaha mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan dan meresahkanmu mu di dalam Islam?”, maka dia menjawabnya dengan nada mengejek, “Mereka adalah teroris”. Tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam salah satu masjid. Di sana seorang berjanggut lebat yang dikenal dengan Abu Hamzah dan beberapa orang menghampiri dan menyambutnya serta sangat memuliakannya. Lalu mengajaknya berbincang-bincang dengan lembut dan penuh hormat. Abu hamzah menjawab setiap pertanyaannya dengan ayat al-Qur’an al-karim.
Pada suatu malam pemuda tersebut berusaha mendapatkan sebuah isyarat yang membawanya masuk ke dalam Islam, ketika ada sebuah kilat dan petir, tapi tidak terjadi sesuatu apapun.
Kemudian dia memutuskan secara tiba-tiba untuk membaca sebagian ayat-ayat al-Qur’an al-Karim, lalu dia menemukan ayat-ayat “Tadabbur” (renungan) tentang penciptaan langit-langit, bumi, matahari, bintang-bintang, dan planet-planet, maka dari sinilah dia memutuskan untuk memeluk Islam.(www.alsofwah.or.id)
Turn Into Islam
Posted by
اِ بْنُ
, Monday, April 6, 2009 at 9:01 PM, in
Labels:
Islami
Belajar Ngaji..
Posted by
اِ بْنُ
, Friday, April 3, 2009 at 9:22 PM, in
Labels:
Islami
السلام عليكم
Lama gak ngeblog... n kali ini pas lagi browsing di dunia maya.. tapi bukan dunianya si maya hehe.. q masuk ke forum.. eh ada yang menarik masalah agama.
Ini q ambil sebagian..
ada anggota forum yang ngajuin pertanyaan gini..
owe jumput sedikit arti ayat-ayat Al-Qur'an :
1. Kami berikan kepada sulaiman kepahaman tentang DIA
2. masing-masing Kami berikan hukum dan ilmu
3. gunung dan burung Kami tundukan kepada Daud
4. semuanya Kami yang membuatnya
artikan arti ayat-ayat Al-Quran diatas berdasarkan rentetan arti kalimat kagak usah keluar dari luang lingkup dari no.1 s/d no.4, karena dari no.1 s/d no.4 saling berkait satu sama lain,
kajiannye :
1. siapakah yang mengatakan "Kami" itu???
2. kenapa pula Allah lalu mengatakan diri-Nya "Kami" dalam arti ayat no.4???
nah trus yang menarik ada yang jawab gini..
ijin ngopas ajah daripada cape2 menjelaskan berulang kali pertanyaan yg sama ditanya...kami itu dalam bahasa arab berbentuk bahasa halus... tapi dalam alquran bukan berarti kata kami itu jamak..
Dalam bahasa Arab, dhamir 'nahnu' adalah bentuk kata ganti orang pertama dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu nahwu, maknanya bisa saja bukan kami tetapi aku, saya dan lain-lainnya.
Terkadang kita sering terjebak dengan pertanyaan seperti ini. Model pertanyaan seperti ini bisa jadi berangkat dari kepolosan dan keluguan, namun di sisi lain bisa jadi merupakan usaha untuk membodohi umat Islam yang awam dengan bahasa arab dengan menggunakan pertanyaan menjebak ini. Hal ini tidak aneh dan sudah sering dilakukan. Dengan bekal kemampuan bahasa arab seadanya, pertanyaan seperti ini sering dijadikan senjata buat umat Islam yang minim ilmunya.
Rasa Bahasa
Tapi bagi mereka yang memahami bahasa Arab sebagai bahasa yang kaya dengan makna dan kandungan seni serta balaghah dan fashohahnya, pertanyaan seperti ini terkesan lucu dan jenaka. Bagaimana mungkin aqidah Islam yang sangat logis dan kuat itu mau ditumbangkan cuma dengan bekal logika bahasa yang separo-separo.
Dalam ilmu bahasa arab, penggunaan banyak istilah dan kata itu tidak selalu bermakna zahir dan apa adanya. Sedangkan Al-Quran adalah kitab yang penuh dengan muatan nilai sastra tingkat tinggi.
Kata 'Nahnu` tidak harus bermakna arti banyak, tetapi menunjukkan keagungan Allah SWT. Ini dipelajari dalam ilmu balaghah.
Contoh Perbandingan
Dalam bahasa Indonesia ada juga penggunaan kata "Kami" tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang kepala sekolah dalam pidato sambutan pesta perpisahan anak sekolah berkata,"Kami sebagai kepala sekolah berpesan . . . ". Padahal yang jadi kepala sekolah hanya dia seorang dan tidak beramai-ramai, tapi dia bilang "Kami". Lalu apakah kalimat itu menunjukkan bahwa kepala sekolah sebenarnya ada banyak atau hanya satu ?. Kata kami dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak bisa dicerap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa Indonesia. Atau mungkin juga karena di barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.
Selain kata 'Nahnu", ada juga kata 'antum' yang sering digunakan untuk menyapa lawan bicara meski hanya satu orang. Padahal makna `antum` adalah kalian (jamak). Secara rasa bahasa, bila kita menyapa lawan bicara kita dengan panggilan 'antum', maka ada kesan sopan dan ramah serta penghormatan ketimbang menggunakan sapaan 'anta'.
Kalau teman diskusi anda yang nasrani itu tidak bisa memahami urusan rasa bahasa ini, harap maklum saja, karena bible mereka memang telah kehilangan rasa bahasa. Bahkan bukan hanya kehilangan rasa bahasa, tapi juga orisinalitas sebuah kitab suci. Karena sudah merupakan terjemahan dari terjemahan yang telah diterjemahkan dari terjemahan sebelumnya. Ada sekian ribu versi bible yang antara satu dan lainnya bukan sekedar tidak sama tapi juga bertolak belakang. Jadi wajar bila Bible mereka itu tidak punya balaghoh, logika, rasa dan gaya bahasa. Dia adalah tulisan karya manusia yang kering dari nilai sakral.
Contoh lain
Di dalam Al-Quran ada penggunaan yang kalau kita pahami secara harfiyah akan berbeda dengan kenyataannya. Misalnya penggunaan kata 'ummat'. Biasanya kita memahami bahwa makna ummat adalah kumpulan dari orang-orang. Minimal menunjukkan sesuatu yang banyak. Namun Al-Quran ketika menyebut Nabi Ibrahim yang saat itu hanya sendiri saja, tetap disebut dengan ummat.
Sesungguhnya Ibrahim adalah ummat yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif . Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan. (QS. An-Nahl : 120)
NB : Isi ada yang saya potong sumber aslinya disini klik juga --->> disini
Semoga Bermanfaat
Wasslm..
Readmore..
Ini q ambil sebagian..
ada anggota forum yang ngajuin pertanyaan gini..
owe jumput sedikit arti ayat-ayat Al-Qur'an :
1. Kami berikan kepada sulaiman kepahaman tentang DIA
2. masing-masing Kami berikan hukum dan ilmu
3. gunung dan burung Kami tundukan kepada Daud
4. semuanya Kami yang membuatnya
artikan arti ayat-ayat Al-Quran diatas berdasarkan rentetan arti kalimat kagak usah keluar dari luang lingkup dari no.1 s/d no.4, karena dari no.1 s/d no.4 saling berkait satu sama lain,
kajiannye :
1. siapakah yang mengatakan "Kami" itu???
2. kenapa pula Allah lalu mengatakan diri-Nya "Kami" dalam arti ayat no.4???
nah trus yang menarik ada yang jawab gini..
ijin ngopas ajah daripada cape2 menjelaskan berulang kali pertanyaan yg sama ditanya...kami itu dalam bahasa arab berbentuk bahasa halus... tapi dalam alquran bukan berarti kata kami itu jamak..
Dalam bahasa Arab, dhamir 'nahnu' adalah bentuk kata ganti orang pertama dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu nahwu, maknanya bisa saja bukan kami tetapi aku, saya dan lain-lainnya.
Terkadang kita sering terjebak dengan pertanyaan seperti ini. Model pertanyaan seperti ini bisa jadi berangkat dari kepolosan dan keluguan, namun di sisi lain bisa jadi merupakan usaha untuk membodohi umat Islam yang awam dengan bahasa arab dengan menggunakan pertanyaan menjebak ini. Hal ini tidak aneh dan sudah sering dilakukan. Dengan bekal kemampuan bahasa arab seadanya, pertanyaan seperti ini sering dijadikan senjata buat umat Islam yang minim ilmunya.
Rasa Bahasa
Tapi bagi mereka yang memahami bahasa Arab sebagai bahasa yang kaya dengan makna dan kandungan seni serta balaghah dan fashohahnya, pertanyaan seperti ini terkesan lucu dan jenaka. Bagaimana mungkin aqidah Islam yang sangat logis dan kuat itu mau ditumbangkan cuma dengan bekal logika bahasa yang separo-separo.
Dalam ilmu bahasa arab, penggunaan banyak istilah dan kata itu tidak selalu bermakna zahir dan apa adanya. Sedangkan Al-Quran adalah kitab yang penuh dengan muatan nilai sastra tingkat tinggi.
Kata 'Nahnu` tidak harus bermakna arti banyak, tetapi menunjukkan keagungan Allah SWT. Ini dipelajari dalam ilmu balaghah.
Contoh Perbandingan
Dalam bahasa Indonesia ada juga penggunaan kata "Kami" tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang kepala sekolah dalam pidato sambutan pesta perpisahan anak sekolah berkata,"Kami sebagai kepala sekolah berpesan . . . ". Padahal yang jadi kepala sekolah hanya dia seorang dan tidak beramai-ramai, tapi dia bilang "Kami". Lalu apakah kalimat itu menunjukkan bahwa kepala sekolah sebenarnya ada banyak atau hanya satu ?. Kata kami dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak bisa dicerap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa Indonesia. Atau mungkin juga karena di barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.
Selain kata 'Nahnu", ada juga kata 'antum' yang sering digunakan untuk menyapa lawan bicara meski hanya satu orang. Padahal makna `antum` adalah kalian (jamak). Secara rasa bahasa, bila kita menyapa lawan bicara kita dengan panggilan 'antum', maka ada kesan sopan dan ramah serta penghormatan ketimbang menggunakan sapaan 'anta'.
Kalau teman diskusi anda yang nasrani itu tidak bisa memahami urusan rasa bahasa ini, harap maklum saja, karena bible mereka memang telah kehilangan rasa bahasa. Bahkan bukan hanya kehilangan rasa bahasa, tapi juga orisinalitas sebuah kitab suci. Karena sudah merupakan terjemahan dari terjemahan yang telah diterjemahkan dari terjemahan sebelumnya. Ada sekian ribu versi bible yang antara satu dan lainnya bukan sekedar tidak sama tapi juga bertolak belakang. Jadi wajar bila Bible mereka itu tidak punya balaghoh, logika, rasa dan gaya bahasa. Dia adalah tulisan karya manusia yang kering dari nilai sakral.
Contoh lain
Di dalam Al-Quran ada penggunaan yang kalau kita pahami secara harfiyah akan berbeda dengan kenyataannya. Misalnya penggunaan kata 'ummat'. Biasanya kita memahami bahwa makna ummat adalah kumpulan dari orang-orang. Minimal menunjukkan sesuatu yang banyak. Namun Al-Quran ketika menyebut Nabi Ibrahim yang saat itu hanya sendiri saja, tetap disebut dengan ummat.
Sesungguhnya Ibrahim adalah ummat yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif . Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan. (QS. An-Nahl : 120)
NB : Isi ada yang saya potong sumber aslinya disini klik juga --->> disini
Semoga Bermanfaat
Wasslm..
Belajar Ngaji Pake Aplikasi ???
Posted by
اِ بْنُ
, Wednesday, March 18, 2009 at 8:56 PM, in
Labels:
Islami
السلام عليكم
Pengen belajar ngaji??, taw pengen ngajarin ngaji adek2 plus ngajarin komputer???
kalo gitu kita butuh aplikasi buat belajar ngaji..
Nah ni ada 2 software buat belajar ngaji yang q dapet dari intranet...
Yang pertama namanya tajwid.exe
software ni portable, jadi kamu gak perlu instal tinggal klik aja..
ni prepiu'a..
Yang kedua namanya Juzamma.exe
dari namanya aja dah ketahuan klo aplikasi ini isinya juz amma,,
aplikasi ini gak portable kayak tajwid.exe tadi,so.. kamu harus nginstal aplikasi ini di komputer, baru kamu bisa menggunakannya..
ni screenshootnya..

Pada kedua aplikasi tadi juga dilengkapi dengan sound ..
jadi gak cuman visual aja tapi audionya juga ada dan untuk aplikasi Juz Amma ini dilengkapi pula dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Trus buat yang mo donlot aplikasi tajwid klik disini
Untuk aplikasi juzammanya bisa kamu unduh disini
dan untuk mp3 juz amma bisa kamu sedot disini
Moga bermanfaat... amiiin..
Wasslm Wr Wb.kalo gitu kita butuh aplikasi buat belajar ngaji..
Nah ni ada 2 software buat belajar ngaji yang q dapet dari intranet...
Yang pertama namanya tajwid.exe
software ni portable, jadi kamu gak perlu instal tinggal klik aja..
ni prepiu'a..
Yang kedua namanya Juzamma.exe
dari namanya aja dah ketahuan klo aplikasi ini isinya juz amma,,
aplikasi ini gak portable kayak tajwid.exe tadi,so.. kamu harus nginstal aplikasi ini di komputer, baru kamu bisa menggunakannya..
ni screenshootnya..

Pada kedua aplikasi tadi juga dilengkapi dengan sound ..
jadi gak cuman visual aja tapi audionya juga ada dan untuk aplikasi Juz Amma ini dilengkapi pula dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Trus buat yang mo donlot aplikasi tajwid klik disini
Untuk aplikasi juzammanya bisa kamu unduh disini
dan untuk mp3 juz amma bisa kamu sedot disini
Moga bermanfaat... amiiin..
ا بن هرينط
Readmore..
Tantrum Tidak Normal Ketika...
Posted by
اِ بْنُ
, Thursday, February 5, 2009 at 7:26 AM, in
Labels:
6bah ill mu
Seringkali orangtua terkaget-kaget
dengan prilaku ini. Bagaimana tidak? Selama ini, si kecil selalu manis, penurut, jarang sekali rewel, pendeknya gampang diurus
. Tiba-tiba setelah ulang tahun keduanya, atau bahkan lebih cepat lagi (16 bulan), anak jadi mudah mengamuk untuk hal-hal yang, menurut orangtua, mungkin sepele.
Ekspresi marah yang nyaris histeris ini
dikenal dengan istilah temper tantrum. Tantrum bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Tak peduli di rumah, dalam perjalanan ataupun ditengah keramaian. Tak ayal ini membuat orangtua ’lumayan’ kalang-kabut. Daripada bingung terus menerus- yang malah akan berujung stress- dengan perilaku ini, lebih baik orangtua menyisihkan waktu untuk sedikit mempelajari seluk beluk tantrum
.
Temper tantrum biasanya terjadi pada anak usia 1-4 tahun. Meski tidak menutup kemungkinan anak-anak yang lebih tua, bahkan orang dewasa pun pernah mengalami ledakan kemarahan ini
Mengapa harus marah-marah
Temper tantrum biasa terjadi karena beberapa hal pemicu. Diantaranya adalah:
1. Frustrasi. Jangan dikira hanya orang dewasa saja yang bisa frustrasi. Anak-anak pun mengalami hal ini. Misalnya, anak-anak akan menjadi cepat marah manakala mereka tidak bisa mencapai sesuatu yang sangat mereka inginkan. Dalam artian, mereka gagal. Kegagalan memicu rasa frustrasi, dan akhirnya kemarahan itupun meledak.
2. Lelah. Anak-anak yang kelelahan, akan menjadi mudah marah. Aktivitasnya yang padat dan sedikit waktu bermain akan membuat anak-anak cepat marah dan emosi.
3. Orangtua terlalu mengekang. Sikap orangtua yang terlalu banyak mendikte dan mengekang anak, juga dapat berpengaruh bagi emosinya. Anak-anak yang merasa jenuh dengan kekangan orangtuanya, suatu saat akan mencapai titik puncak kejenuhan. Dan marah-marah adalah salah satu bentuk ledakan tersebut.
4. Sifat dasar anak yang emosional. Beberapa anak mewarisi sifat dasar emosional dari orangtuanya
. Mereka ini cenderung tidak sabaran, gampang marah meski karena hal-hal kecil.
5. Keinginan tak dipenuhi. Salah satu kesalahan yang sering kali dilakukan orangtua adalah mereka begitu mudahnya membujuk anak-anak dengan iming-iming. Menangis sedikit, anak dibujuk dengan es krim atau mainan. Nah, akhirnya ini akan menjadi kebiasaan, dan anak-anak mengenali pola ini. Suatu ketika, ia memiliki keinginan akan sesuatu, ia akan menangis dan mengamuk jika keinginan tersebut tidak segera dipenuhi oleh orangtuanya.
Bagaimana mengatasinya?2. Lelah. Anak-anak yang kelelahan, akan menjadi mudah marah. Aktivitasnya yang padat dan sedikit waktu bermain akan membuat anak-anak cepat marah dan emosi.
3. Orangtua terlalu mengekang. Sikap orangtua yang terlalu banyak mendikte dan mengekang anak, juga dapat berpengaruh bagi emosinya. Anak-anak yang merasa jenuh dengan kekangan orangtuanya, suatu saat akan mencapai titik puncak kejenuhan. Dan marah-marah adalah salah satu bentuk ledakan tersebut.
4. Sifat dasar anak yang emosional. Beberapa anak mewarisi sifat dasar emosional dari orangtuanya
5. Keinginan tak dipenuhi. Salah satu kesalahan yang sering kali dilakukan orangtua adalah mereka begitu mudahnya membujuk anak-anak dengan iming-iming. Menangis sedikit, anak dibujuk dengan es krim atau mainan. Nah, akhirnya ini akan menjadi kebiasaan, dan anak-anak mengenali pola ini. Suatu ketika, ia memiliki keinginan akan sesuatu, ia akan menangis dan mengamuk jika keinginan tersebut tidak segera dipenuhi oleh orangtuanya.
Mengatasi anak-anak yang sedang mengamuk itu gampang-gampang susah. Penuh dilemma.
Tapi, ada beberapa kiat yang bisa kita gunakan untuk mengatasi masalah ini.
1.
Cari tahu penyebabnya. Dengan mengetahui penyebab anak-anak mengamuk, kita akan mudah menentukan langkah yang harus kita ambil dalam menghadapi mereka.
2. Jangan ikut emosi
. Biasanya, orangtua akan ikut-ikutan menjadi emosi manakala anak mereka mengamuk. Orangtua bisa memukul, mencubit, dsb. Apakah itu solusi? Tidak. Anak-anak bukannya akan belajar mengatasi kemarahan mereka, tapi malah semakin menganggap orangtuanya jahat.
3. Abaikan dan ajari anak mengatasi kemarahannya. Jangan turuti semua hal yang diinginkan pada saat itu juga
. Bersikap cuek dan tidak memperdulikan kemarahannya, sebenarnya adalah cara yang sangat jitu untuk membuatnya tahu, bahwa kemarahannya tidak bisa membeli keinginannya. Katakan padanya, bahwa hanya anak-anak yang menyampaikan keinginan dengan cara yang baiklah yang akan mendapatkan keinginannya itu dari Anda. Bukan dengan amukan, tangisan, bahkan berguling-guling. Sikap tegas dan konsistensi Anda dengan sikap ini akan membuatnya berlatih lebih disiplin.
4. Sudut diam. Dalam artian, bukan mengurung anak di kamar mandi atau di gudang. Tidak perlu main kunci pintu atau rantai. Cukup sediakan sebuah kursi yang Anda sebut sebagai kursi diam. Saat mengamuk, dudukkan anak disana, dan ia tidak boleh kemana-mana sampai ia bisa menenangkan diri. Boleh juga meminta anak untuk masuk ke kamarnya sendiri dan menenangkan diri. Ia boleh keluar dan kembali menyapa Anda setelah ia tenang.
5. Sebagai orang tua kita memilki tanggung jawab yang sangat besar untuk membantu anak – anak mengembangkan cara pandang yang sehat dalam kehidupan dengan memberikan dukungan atau pujian terhadap anak yang berprestasi atau pujian untuk sikapnya yang baiknya 80% akan meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri pada anak. Maka bila sebaliknya orang tua terlalu sering mengkritik anak, maka anak akan merasa tertekan dan merasa semua idenya ditolak oleh anak 75% sikap permisif orang tua terhadap anaknya akan menimbulkan rasa rendah diri ini membuat anak menjadi tantrum.
Normalnya, memasuki usia 5 tahun, saat anak-anak mulai bersekolah dan bergaul dengan teman sebayanya, mereka telah mulai dapat mengatasi gejolak emosi mereka. Sesekali mungkin marah, tapi, mereka lebih bisa menahan diri. Nah, jika dalam waktu bertahun-tahun di masa sekolah mereka belum juga bisa mengatasi permasalahan ini, ini kemungkinan besar menunjukkan bahwa anak-anak bermasalah dalam emosinya. Bisa jadi, karena kesulitan belajar atau kesulitan bergaul dengan lingkungannya. Dan Anda butuh untuk berkonsultasi pada ahlinya untuk mengatasi masalah ini.
Dalam buku Raising Happy Children, Jan Parker dan Jan Simpson juga memaparkan dua jenis tantrum yang berbeda :1.
2. Jangan ikut emosi
3. Abaikan dan ajari anak mengatasi kemarahannya. Jangan turuti semua hal yang diinginkan pada saat itu juga
4. Sudut diam. Dalam artian, bukan mengurung anak di kamar mandi atau di gudang. Tidak perlu main kunci pintu atau rantai. Cukup sediakan sebuah kursi yang Anda sebut sebagai kursi diam. Saat mengamuk, dudukkan anak disana, dan ia tidak boleh kemana-mana sampai ia bisa menenangkan diri. Boleh juga meminta anak untuk masuk ke kamarnya sendiri dan menenangkan diri. Ia boleh keluar dan kembali menyapa Anda setelah ia tenang.
5. Sebagai orang tua kita memilki tanggung jawab yang sangat besar untuk membantu anak – anak mengembangkan cara pandang yang sehat dalam kehidupan dengan memberikan dukungan atau pujian terhadap anak yang berprestasi atau pujian untuk sikapnya yang baiknya 80% akan meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri pada anak. Maka bila sebaliknya orang tua terlalu sering mengkritik anak, maka anak akan merasa tertekan dan merasa semua idenya ditolak oleh anak 75% sikap permisif orang tua terhadap anaknya akan menimbulkan rasa rendah diri ini membuat anak menjadi tantrum.
Normalnya, memasuki usia 5 tahun, saat anak-anak mulai bersekolah dan bergaul dengan teman sebayanya, mereka telah mulai dapat mengatasi gejolak emosi mereka. Sesekali mungkin marah, tapi, mereka lebih bisa menahan diri. Nah, jika dalam waktu bertahun-tahun di masa sekolah mereka belum juga bisa mengatasi permasalahan ini, ini kemungkinan besar menunjukkan bahwa anak-anak bermasalah dalam emosinya. Bisa jadi, karena kesulitan belajar atau kesulitan bergaul dengan lingkungannya. Dan Anda butuh untuk berkonsultasi pada ahlinya untuk mengatasi masalah ini.
• Tantrum yang berawal dari kesedihan dan amarah
• Tantrum yang berakar pada kebingungan dan ketakutan
Berdasarkan penelitian 5 dari 10 anak mengalami tantrum buruk dalam 1 hari dan lebih dari 7 menit
Indah Rahayu, Spi
21 Agustus 2008
Readmore..
21 Agustus 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)



